2019 Indonesia Post-Ramadan Mobile Insights - Bahasa | AppsFlyer
4 Min. Read

2019 Indonesia Post-Ramadan Mobile Insights – Bahasa

Almer Putra Almer Putra Jul 28, 2019

Bulan Ramadan merupakan bulan yang memiliki pengaruh besar terutama di Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar. Dengan pertumbuhan ekonomi dan tingkat penggunaan smartphone yang tinggi, membuat suasana dan momen di bulan Ramadan banyak dimanfaatkan oleh para mobile marketer dalam mempersiapkan dan menjalankan mobile campaign mereka.

Faktanya selama bulan suci ini, kita melihat adanya pertumbuhan aktivitas mobile marketing untuk beberapa industri di Indonesia dalam hal jumlah angka instalasi app dan pendapatan yang disebabkan perilaku pengguna yang beradaptasi dengan kebiasaan di bulan ini.

Artikel ini akan memaparkan banyak informasi mengenai fakta-fakta seputar mobile marketing mulai sebelum, saat dan setelah periode bulan Ramadan. Di dalam artikel ini kita akan menemukan trend mobile app marketing di setiap kategori atau vertical, terutama pertumbuhan jumlah angka pemasangan app (app install), pertumbuhan revenue dan tingkat retention dibandingkan dengan periode yang sama di bulan Ramadan tahun 2018.

 

Pertumbuhan app install yang tinggi di periode sebelum bulan Ramadan hanya terlihat di kategori app entertainment, finance, dan hardcore gaming

Ramadan merupakan salah satu momen yang paling ditunggu di Indonesia, sudah seharusnya mobile marketer mempertimbangkan untuk mengalokasikan budget marketing mereka bahkan sebelum Ramadan di mulai.

Di periode empat minggu sebelum bulan Ramadan 2019, dapat kita liat kategori app entertainment mengalami peningkatan jumlah angka instalasi app sekitar 100% dibandingkan tahun 2018. Kemudian pertumbuhan jumlah install ini pun diikuti oleh kategori finance sebesar 60% dan hardcore gaming 50%. Trend ini menunjukan minat yang besar untuk orang install aplikasi-aplikasi di kategori tersebut sebelum bulan Ramadan, oleh karena itu seharusnya mobile marketer sudah mulai menjalankan kampanye app install di periode ini.

Secara mengejutkan di dalam periode yang sama kita melihat adanya trend penurunan jumlah angka instalasi app dibandingkan dengan tahun sebelumnya untuk kategori app lainnya terutama di kategori Shopping dan Social. Penurunan terbesar dapat terlihat di kategori Social dengan penurunan jumlah angka instalasi app sebesar 65% yang kemudian diikuti oleh Shopping sebesar 53%.

Kesimpulan: Dengan pengecualian kategori Entertainment dan Finance, kategori non-gaming tidak mengalami pertumbuhan jumlah angka instalasi di periode empat minggu sebelum bulan Ramadan.

Demikian pula selama periode satu minggu sebelum hingga dua minggu setelah Ramadan, kategori Shopping dan Social menghasilkan jumlah angka instalasi app yang lebih rendah dibanding tahun 2018, dengan kategori Shopping yang mengalami penurunan terbanyak sebesar 54% diantara kategori lainnya. Di sisi lain app kategori Casual dan hardcore gaming menunjukan peningkatan yang cukup signifikan dengan masing-masing sebesar 19% dan 16%.

Kesimpulan: Dengan pengecualian kategori entertainment dan beberapa kategori gaming, kegiatan akuisisi pengguna aplikasi belum menunjukkan hasil yang berarti selama bulan Ramadan 2019 apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Sebagian besar industri mengalami penurunan pendapatan selama bulan Ramadan kecuali Travel

Diantara satu minggu sebelum dan dua minggu sesudah bulan Ramadan, kategori Travel keluar sebagai pemenang dalam hal pendapatan, dengan pertumbuhan hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Di saat yang sama, kategori industri lainnya mengalami penurunan, terutama kategori Finance yang mengalami penurunan sebesar 64%.

Selain itu, dilihat dari setiap minggunya, Travel adalah satu-satunya kategori yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang positif, terutama di minggu ke-4 di saat Finance dan Social kategori terus menerus menunjukan trend penurunan selama bulan Ramadan. Hal ini dapat disebabkan karena karena karakteristik di bulan Ramadan yang menunjukan penurunan pengeluaran untuk beberapa kebutuhan tertentu atau akibat dari pasar untuk beberapa kategori app yang sudah mulai jenuh.

Di dalam segmen Gaming, hampir semua kategori menunjukan trend penurunan pendapatan kecuali untuk kategori Hardcore yang menunjukan pertumbuhan di minggu sebelum dan dua minggu setelah Ramadan. Casual gaming adalah kategori gaming yang paling terdampak selama bulan Ramadan dengan penurunan pendapatan untuk tujuh minggu berturut-turut.

Kesimpulan: para mobile marketer harus dapat mempertimbangkan secara cermat konteks dari aktivitas marketing mereka di setiap minggu selama bulan Ramadan agar tidak salah menempatkan sumber daya dan usaha mereka.

 

Kategori dengan retention tertinggi adalah yang mengukur dan berinteraksi dengan penggunanya di setiap minggu

Tingkat retention untuk install yang terjadi di bulan Ramadan secara umum tidak memiliki rentang yang jauh berbeda antar satu kategori dengan kategori lainnya, namun beberapa kategori memilki retention lebih baik berkat fokus mereka di engagement dan retargeting.

Tingkat organic install untuk kategori Shopping, Social, dan Travel di hari ke-30 jauh lebih tinggi dibandingkan kategori lainnya terutama apabila dibandingkan dengan kategori seperti Entertainment dan Finance. Tidak hanya itu, Shopping dan Travel juga tercatat memiliki tingkat retention tertinggi untuk non-organic install, disaat Finance memiliki tingkat retention terendah dan kerugian tertinggi apabila dibandingkan untuk tingkat retention day-30 antara organic dan non-organic.

Trend ini mungkin terjadi akibat dari variasi app yang tersedia di setiap industri, namun juga dapat menunjukan kategori/vertical mana yang mampu untuk menjalankan dan mengukur campaign retargeting mereka di bulan Ramadan.

Secara keseluruhan, kategori yang unggul dai segi tingkat retentionnya adalah kategori-kategori yang mampu mendapatkan, berinteraksi bedasarkan perilaku dan kebutuhan pengguna di tiap minggunya. Beberapa industri, dengan salah satunya seperti Finance adalah kategori yang bisnisnya tidak mendapatkan dampak positif selama bulan Ramadan.

Namun apakah hal ini dipengaruhi oleh periode Ramadan itu sendiri atau kemampuan marketer dalam mencari peluang baru adalah hal yang perlu kita cek lebih lanjut.

 

Kesimpulan

Ramadan selalu menjadi periode yang penting untuk mobile marketer di Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Untuk memaksimalkan momentum pada saat ini, marketer harus bisa beradaptasi di setiap fasa di bulan Ramadan dan untuk mengirimkan pesan yang tepat untuk menarik pengguna yang tepat.

Proses ini tidak hanya semata-mata menterjemahkan ke dalam bahasa lokal, namun juga menganalisa data pengguna bedasarkan area geografi dan kemudian mensegmentasi bedasarkan analisa tersebut.

Marketer yang berpengalaman akan mengamati bagaimana setiap segmen berinteraksi di dalam app di setiap momen di dalam periode Ramadan. Contohnya, seseorang yang tinggal di Jakarta kemungkinan besar akan memesan transportasi untuk pulang ke kampung halaman dua minggu sebelum Idul Fitri dibandingkan dengan minggu Idul Fitri itu sendiri 

Salah satu kesimpulan utama yang dapat kita peroleh dari penelitan ini adalah karakteristik yang terjadi selama periode ini, mulai dari kebiasaan orang untuk berkumpul bersama keluarga, menggunakan atau tidak menggunakan app tertentu di minggu-minggu tertentu, semua ini dapat mempengaruhi kegiatan akuisisi, interaksi dan retensi dari pengguna app kalian.

Hal ini sangatlah penting bagi marketer untuk memahami trend yang akan terjadi jauh didepan, dan juga untuk mempersiapkan sekaligus menguji kegiatan pemasaran yang dilakukan di setiap minggu mulai dari satu bulan sebelum dan dua minggu setelah bulan Ramadan. Dengan melakukan ini, tidak hanya anggaran pemasaran dapat digunakan dengan lebih efisien namun juga dapat menemukan banyak peluang yang belum ditemukan atau dimanfaatkan.