Gunakan Deep Link dan Deferred Deep Link Untuk Kampanye Ramadan | AppsFlyer
4 Min. Read

Gunakan Deep Link dan Deferred Deep Link Untuk Kampanye Ramadan

Kohar Santoso Kohar Santoso May 05, 2019

Kalian pasti sudah sering mendengar banyak marketers membicarakan tentang konsep deep linking, tetapi sebagai marketers yang berpengalaman, kita harus bisa mengerti dengan jelas perbedaan antara deep linking and deferred deep linking serta menggunakan terminologi ini dengan akurat.

 

Apakah itu deep linking?

Deep link adalah link yang dapat membawa user ke halaman tertentu di dalam website atau app. Contohnya, URL untuk artikel ini adalah deep link – jika kalian share URL tersebut ke teman kalian, mereka akan dibawa langsung ke halaman artikel ini (bukan ke homepage). Sama dengan di dunia aplikasi, deep link dapat membawa user ke halaman tertentu di aplikasi kalian dan halaman ini biasanya dipanggil “activity page”. Misalnya, dengan menggunakan deep link, kalian dapat membawa user untuk masuk langsung ke halaman produk tertentu di dalam shopping app atau halaman hotel atau flight tertentu di dalam travel app kalian.

Jika kita hubungkan dengan mobile ads, deep linking berlaku saat user yang sudah memiliki aplikasi kalian, mengklik iklan kalian dan dibawa langsung ke activity page yang kalian tentukan.

Sementara itu, Deferred deep linking sedikit berbeda dengan deep linking karena saat user mengklik iklan kalian, mereka belum memiliki aplikasi kalian. Oleh sebab itu, user akan dibawa ke app store untuk download aplikasi terlebih dahulu. Setelah itu, saat mereka membuka aplikasi tersebut untuk pertama kalinya, mereka akan dibawa ke activity page yang sudah kalian tentukan.

 

Kenapa aplikasi kalian memerlukan deep link?

Menggunakan deep link (dan deferred deep linking) – melalui SMS, email, push notification atau iklan – dapat menciptakan user journey yang singkat dan lancar untuk user kalian dan ini bisa menjadi faktor yang sangat penting untuk user experience mereka terhadap brand kalian. Deep link juga terbukti telah menghasilkan performance yang lebih tinggi untuk new user acquisition dan retensi untuk basis pengguna kalian.

Selama bulan Ramadan, kita bisa melihat bahwa aplikasi yang menggunakan deep link untuk kampanye user engagement mereka menghasilkan hasil retensi user yang lebih tinggi (untuk organik dan non-organik install) dibandingkan dengan aplikasi yang tidak menggunakan deep link.

 

 

Selain itu, menggunakan deep link juga terbukti memiliki korelasi positif dengan revenue yang didapatkan – korelasi ini terlihat lebih tinggi untuk organic user.

 

 

Pertanyaannya sudah bukan lagi apakah marketer harus menggunakan deep link untuk strategi mobile marketing mereka. Saat ini, pertanyaan tersebut sudah berubah menjadi: bagaimana cara menggunakan deep link dengan benar untuk menciptakan strategi marketing yang efektif.

 

Deep link: Kegunaan untuk kampanye Ramadan

Mari kita lihat bulan Ramadan sebagai contoh di mana menggunakan deep link untuk mobile marketing sangatlah kritikal.

  1. Acquisition: Special offers untuk pengguna pertama

Di bulan Ramadan, banyak orang Indonesia yang mencari promo-promo travel untuk mudik. Banyak marketers dari industri travel yang akan memanfaatkan situasi ini untuk memenangkan hati dari calon pengguna baru mereka. Tidak jarang kita melihat promo yang ditujukan khusus untuk pengguna pertama aplikasi, contohnya diskon 25% untuk perjalanan mudik dari Jakarta ke Surabaya. Kemungkinan iklan seperti ini akan menghasilkan banyak clicks tetapi jika deep link tidak diterapkan, ada kemungkinan di mana banyak user baru kalian yang menjadi frustasi karena tidak bisa mencari promo yang diharapkan (mereka belum terbiasa dengan navigasi di aplikasi kalian). Terlebih lagi, ini bisa menjadi reputasi yang buruk untuk brand kalian di mata para pengguna tersebut.

User yang mengklik iklan seperti ini berharap untuk dibawa ke halaman yang tepat dan jika ini tidak terjadi, kemungkinan besar user tersebut tidak melanjutkan user journey tersebut. Data menunjukkan bahwa kampanye dengan strategi deep linking yang benar dapat meningkatkan konversi dan hasil penjualan di aplikasi travel dan eCommerce.



  1.  Retargeting dan re-engagement: Target user base kalian

Kesalahan yang sering kali dilakukan oleh advertiser adalah menyiapkan strategi user acquisition yang sangat megah tanpa memikirkan strategi untuk kampanye retargeting mereka sama sekali. Tentunya, kampanye retargeting sebaiknya menggunakan deep links karena kalian tidak mau user yang sudah memiliki aplikasi kalian dibawa ke app store.

Kampanye retargeting dapat dilakukan di banyak platform, seperti push notification, email blast atau iklan. Marketers dapat mempersiapkan kampanye retargeting mereka dengan banyak cara. Salah satu contohnya, jika banking app ingin meningkatkan penggunaan salah satu fitur di aplikasi mereka (pengiriman uang) di saat Lebaran, mereka bisa membuat kampanye khusus untuk user yang belum pernah melakukan fitur ini di tiga bulan terakhir – misalnya dengan menghapus biaya transfer antar bank.

Tentunya banyak aplikasi seperti banking app dibangun dengan sekuriti yang amat ketat dan memerlukan user untuk login terlebih dahulu. Deep linking tetap bisa dilakukan dengan cara app developer menambahkan redirection logic sederhana untuk mengarahkan user ke halaman yang tepat saat mereka telah melakukan login dengan sukses.

 

Deep Linking dengan AppsFlyer

OneLink adalah produk AppsFlyer yang mengakomodasi app marketers dan developers untuk menggunakan deep linking dan menentukan perjalanan user langsung ke dalam aplikasi berdasarkan skenario yang mereka inginkan, sesuai dengan keperluan mereka.

Dengan OneLink, kalian dapat menciptakan satu deep link saja yang akan:

  • Mendeteksi OS (iOS, Android) yang digunakan oleh user kalian secara otomatis atau jika user mengklik OneLink melalui browser di desktop.
  • Mengirim user ke store dengan akurat (Apple App Store, Google Play, Amazon App Store, etc.) untuk mendownload aplikasi. Setelah aplikasi tersebut dibuka untuk pertama kalinya, kalian dapat mengirim user ke activity page yang kalian inginkan.
  • Untuk user yang sudah memiliki aplikasi kalian, OneLink akan langsung membawa user kalian langsung ke activity page yang sudah kalian konfigurasi (tanpa memasuki app store).

 

Apalagi yang kalian tunggu?

Di bulan Ramadan ini, kalian harus memasang deferred deep link di kampanye user acquisition secepatnya. Jangan sampai ada kendala di mana pengguna ingin menggunakan penawaran promo menarik kalian tetapi akan memiliki kesulitan untuk menggunakannya.

Untuk kampanye retargeting yang sudah kalian persiapkan, pastikan kampanye-kampanye tersebut telah terintegrasi dengan deep linking supaya drop off  rate dari user kalian dapat diminimalisir dan hasil konversi yang lebih tinggi dapat dicapai.

Selain itu, kalian juga bisa melihat Laporan Eksklusif Ramadan yang telah kita rilis untuk mendapatkan informasi dan insights lebih dalam di bulan Ramadan ini.

Jika kalian ingin melihat bagaimana deep link bekerja secara lengkap, kalian bisa membaca Deep Linking Guide. Lebih spesifik lagi, untuk memasang deep link menggunakan OneLink, kalian bisa mengikuti panduan yang tertulis di artikel-artikel di bawah ini:

Set up deep linking
Set up deferred deep linking

Selamat menunaikan ibadah puasa untuk kalian yang merayakannya!